preloader
  Back   

ADA SINGA DI JALAN

"Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!" (Amsal 26:13)

Pada waktu berada di Jepang, saya mengenal istilah ‘Hikikomori’. Apa artinya? Cek saja di Mbah Google. Hikikomori adalah istilah yang merujuk pada fenomena di mana seseorang menarik diri dari kehidupan sosial dan mengurung diri di rumah dalam jangka waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun. Fenomena ini sering diidentifikasi di kalangan remaja dan dewasa muda di Jepang.

Alkitab memberi tiga julukan bagi pemalas: 
     Pertama, singa: “Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong"” (Ams. 26:13 i_TB).
    Kedua, engsel: “Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya” (Ams 26:14 i_TB).
     Ketiga, mager (malas gerak): “Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya” (Ams 26:15 i_TB).

Celakanya, orang seperti itu masih merasa dirinya bijak: “Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana” (Ams 26:16 i_TB).

Namun, orang Jepang juga punya istilah yang keren untuk membangunkan orang semacam ini.
    Pertama, Sugoi (すごい): Berarti ‘hebat’, ‘keren’, atau ‘luar biasa’.
    Kedua, Chō (超): Berarti ‘super’ atau ‘sangat’.
     Ketiga, Kaizen, yang berasal dari bahasa Jepang, berarti "perbaikan berkelanjutan" atau "perubahan ke arah yang lebih baik." Ini adalah sebuah filosofi dan metode yang menekankan pada perbaikan kecil dan berkelanjutan dalam proses, prosedur, dan lingkungan kerja untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan produktivitas. Kaizen berfokus pada perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, yang jika dilakukan secara terus-menerus, akan menghasilkan perbaikan besar.

Ketika kita sudah melakukan hal itu dan ternyata hasilnya di luar pengharapan kita, ada satu istilah Jepang yang keren, yaitu Ganbate. Artinya? Ganbate adalah ungkapan Jepang yang berarti “Saya akan mencoba yang terbaik” atau “Ayo bekerja keras”. Istilah ini adalah ungkapan umum yang digunakan untuk mengungkapkan dorongan dan motivasi, khususnya dalam situasi di mana seseorang menghadapi tantangan. Ini sering digunakan sebagai penegasan positif atau untuk menunjukkan dukungan terhadap upaya seseorang. Dalam budaya kita terjemahkan, “Semangat!” atau “Ayo semangat!”

Mari kita meninggalkan ‘hikikomori’ dan punya etos ‘kaizen’ sehingga layak mendapat julukan Yabai (やばい). 

Ah, jadi ingin ke Jepang lagi. Ada yang mau mengajak? Wkwkwk. (XQP)
Doa: Bapa, ajar aku untuk tidak menjadi pemalas. Aku akan bangkit dan berserah kepada-Mu.

Share