preloader
  Back   

BAHAGIA SEJATI

(Mazmur 16:1-11)

Di saat situasi dunia tidak menentu, di mana kondisi ke depan tidak dapat diprediksi lagi, dan manusia menjadi semakin jahat, egois, cinta uang, dan tidak tahu berterimakasih; tidak ada lagi yang dapat diharapkan dan dapat diandalkan selain Tuhan.

Sebenarnya Tuhan sudah memberikan cara untuk menghadapi hidup ini melalui Firman-Nya. Tapi ada benturan antara kehendak Tuhan dan kehendak manusia, kemudian juga ada banyak hal di dunia ini yang semakin hari semakin menguasai kehidupan manusia contoh media sosial, kemajuan tehnologi, kenyamanan dan tuntutan hidup yang semakin berat. Semua itu dapat mengaburkan sehingga orang tidak dapat membedakan apakah itu kebenaran sejati atau kebenaran diri sendiri.

Firman Tuhan hari ini berbicara tentang orang saleh yaitu orang yang dekat dengan Tuhan. Orang yang selalu mengutamakan Tuhan. Dikatakan dalam Firman-Nya, orang saleh itu berbahagia. Apakah yang membuat orang yang dekat dengan Tuhan hidupnya berbahagia?

Pertama, Tuhan menjadi tempat perlindungannya (ay. 1). Hanya Tuhanlah tempat perlindungan yang sejati. Tidak ada satu manusia pun di bumi ini yang dapat diandalkan untuk melindungi kita tanpa pamrih. Seberapa berkuasanya orang itu, semua ada batasnya. Dan yang paling ampuh batasnya adalah kematian. Hanya Tuhan yang baik dan setia, kasih-Nya kekal selama-lamanya.

Kedua, Adanya komunitas orang-orang kudus (ay. 2-3). Firman Tuhan mengingatkan kita agar menjaga pergaulan kita. Karena pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. 

Ketiga, Tuhan adalah harta yang paling berharga dan sumber hidup (warisan dan piala)...Ay. 5a. Hubungan dengan Tuhan lebih berharga dari harta apa pun. Lebih berharga dari kekayaan dan kedudukan apa pun. Menjadikan Tuhan yang terutama, tidak mengutamakan harta duniawi tapi mengutamakan kehendak Tuhan. Walaupun terkadang tidak mengerti, tapi orang yang dekat dengan Tuhan tetap percaya bahwa Tuhan lebih tahu dan sanggup memenuhi segala kebutuhannya. Tuhan menjadi sumber yang memenuhi hidup ini. Apa pun yang dialami, asal ada Tuhan itu sudah cukup.

Keempat, Tuhan memegang hidupnya (ay. 5b). Tuhan yang mengatur hidup, masa depan dan semua aman dalam genggaman Tuhan. Tuhan memberi bagian yang terbaik bagi orang yang saleh (Ay. 6).

Kelima, Tuhan memberi hikmat dan menyertai hidupnya (Ay. 7-8). Hikmat dalam membuat setiap keputusan dan hati nurani yang peka pada yang benar dan yang salah. Penyertaan Tuhan yang memberikan kekuatan dan keteguhan dalam melangkah.

Keenam, Tuhan memberi ketentraman dan keselamatan (ay. 9-10). Orang yang dekat dengan Tuhan akan menjalani hidup dengan hati yang bersukacita dan tentram. Karena tahu bahwa Tuhan tidak akan membiarkan dirinya binasa.

Ketujuh, Tuhan memberitahukan jalan kehidupan yang penuh sukacita (ay. 11). Orang yang saleh dapat berbahagia karena Tuhan adalah pusat hidupnya. Tuhan sudah memberikan Firman-Nya untuk menuntun kita berjalan di dunia ini. Yang membuat semuanya menjadi sulit dan berat adalah keinginan manusia sendiri. Manusia seringkali meletakkan kehendaknya sendiri di atas kehendak Tuhan. Itulah yang membuat manusia seringkali memiliki banyak alasan dan tidak taat. 

Bagaimana dengan kita Bahagia/sukacita sejati hanya didapat di dalam Tuhan Yesus dan tidak tergantung situasi dan kondisi. Bahkan dengan Roh Kudus di dalam kita, sukacita itu melimpah dalam hidup kita. Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang sudah menang mengalahkan maut. Jadikan Tuhan Yesus sebagai Pusat Hidup kita dan taati Firman-Nya. Maka hidup kita akan penuh dengan sukacita dan damai sejahtera, Amin. (VG)

Share