preloader
  Back   

NASIHAT BAGI PEMIMPIN

“Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati.” (Amsal 31:6)

Ayat di atas oleh sebagian  orang dianggap bahwa alkitab menyuruh orang jadi peminum. Faktanya tidak begitu. Kita harus membacanya secara rinci dan sesuai konteknya. Ayat ini merupakan nasihat seorang ibu kepada anaknya tentang bagaimana menjadi raja yang bijaksana. Ibu ini mengajar dengan metode kontras dan retorik. Setiap  pembicara publik tahu teknik ini. Misalnya, “Pantaskah seorang pemimpin mabuk-mabukan?”

Pertama, ibu itu justru melarang anaknya minum minuman keras: "Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras, jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas” (Ams. 31:4-5). Jika seorang raja minum minuman keras dia akan melupakan tugas  pokoknya untuk melindungi dan membuat rakyatnya sejahtera. Sebaliknya, dia bisa membengkokkan hukum sehingga yang asli menjadi palsu dan yang  palsu menjadi asli, yang kritis diiris, yang memuji dapat promosi. Seorang sahabat yang baik justru berani mengkritisi kebijakan sahabatnya yang keliru agar tidak semakin melenceng jauh dari visi ilahi.

Kedua, pada zaman dulu belum ada "pain killer" sehingga anggur dipakai sebagai media anastesi sehingga mengurangi rasa sakit: “Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya” (Ams. 31:7).

Ketiga, inilah yang seharusnya seorang pemimpin lakukan: "Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka” (Ams. 31:8-9). 

Sobat bijak, jika kita membaca firman secara "wholistic"—bukan sepotong-sepotong—kita bisa memahaminya secara komprehensif. (XQP)

Doa: Bapa, ajar aku untuk tidak ‘bertelinga tipis’ sehingga cepat reaktif terhadap setiap kritik. Sebaliknya, beri aku hati  yang lapang agar menerima setiap masukan dengan bijak dan responsif terhadap setiap perubahan dan jaga hatiku agar tetap kondusif.

Share