Back   
TETAP HIDUP MENGANDALKAN TUHAN
(Yeremia 17:5-8)
Secara manusia kita sering merasa takut, panik saat menghadapi masalah. Walaupun sudah banyak Firman Tuhan yang kita baca dan kotbah yang kita dengar tentang janji dan kuasa Tuhan, juga perintah agar kita mengandalkan Tuhan.
Firman Tuhan hari ini di dalam Yeremia pasal 17 ayat 5-8 mengajarkan kepada kita bahwa :
1. Tuhan mengutuk orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri. (Ay 5-6)
2. Tuhan memberkati orang yang mengandalkan Tuhan dan berharap kepada-Nya (Ay 7-8)
Pertanyaannya, mengapa banyak orang masih sulit untuk mengandalkan Tuhan?
Pertama, Ada kesombongan. Zona nyaman, keahlian dan kuasa dapat menjadi faktor yang dapat membuat seseorang sombong. Merasa dunia dapat dikendalikan dan dalam genggamannya. Padahal sesungguhnya hati manusia bahkan dirinya sendiri saja tidak dikenalinya. Seperti yang dikatakan di dalam Yeremia 17:9-10 (FAYH): "Hati manusia lebih licik daripada segala sesuatu dan jahatnya tidak kepalang. Siapakah yang dapat memahaminya? Hanya Aku, TUHAN, yang dapat menyelidiki hati dan menguji batin yang paling dalam sekalipun. Aku memberi setiap orang pahala yang setimpal dengan perbuatannya."
Kebenarannya adalah bahwa Tuhan membenci kesombongan dan meletakkan orang-orang yang sombong di tempat-tempat licin. Bahkan Tuhan mengutuki orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri.
Kedua, Tahu kebenaran tapi tidak mempercayai. Hal ini disebabkan karena perasaan itu tidak sama dengan keyakinan/iman. Perasaan bisa terombang ambing walaupun keyakinan/iman mengenal Siapa yang dia percaya. Kita perlu untuk terus-menerus membaca, mendengar dan merenungkan Firman Tuhan dengan lebih sungguh-sungguh lagi. Karena iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan.
Ketiga, Keterbatasan manusia. Dr Curt Thompson di dalam bukunya "Anatomy of the soul" mengatakan bahwa ada bagian otak manusia (Amygdala) yang memproses takut dan bahaya lebih cepat dari logika merespon. Saat terjadi masalah maka rasa takut, khawatir, trauma yang muncul dahulu sebelum ingatan tentang Firman Tuhan kembali menguatkan.
Saat diperhadapkan pada kenyataan yang sering mengintimidasi, manusia akan mengajarkan agar kita lari atau menghindar atau ikut arus untuk menyelamatkan diri sendiri. Tapi Tuhan Yesus sudah memberikan teladan untuk menaklukkan ketakutan dan masalah kita dengan berlutut, berdoa dan berserah kepada kehendak Tuhan seperti yang dilakukan-Nya di Taman Getsemani.
Keempat, Kebenaran manusia belum tentu benar di mata Tuhan. Kebenaran Tuhan membawa kepada kemenangan dan kemerdekaan sejati. Kebenaran manusia justru seringkali menjadi jerat bagi hidupnya sendiri. Manusia yang sudah jatuh dalam dosa memiliki standar kebenaran yang berbeda dengan Tuhan. Apalagi ditambah dengan tipuan-tipuan yang ada dalam pikiran yang disebar oleh iblis, bapa segala dusta. Apa yang terlihat pintar di mata manusia ternyata kejam di mata Tuhan. Apa yang terlihat baik di mata manusia ternyata jahat di mata Tuhan. Apa yang terlihat untung di mata manusia ternyata licik di mata Tuhan.
Karena itu, kita butuh menundukkan pikiran pada pikiran Kristus dan berkomitmen untuk taat melakukan perintah Tuhan.
Saat mengandalkan Tuhan, berarti kita selalu melekat, percaya pada Tuhan dan menaruh harapan kita pada Tuhan. Juga, mengikuti pimpinan Tuhan dan tunduk pada kehendak Tuhan serta tidak memberontak.
Kita dijanjikan akan memiliki:
#1 kekuatan dalam menghadapi berbagai kondisi karena kita memiliki posisi yang benar (ditanam di tepi air) dekat dengan Sumber Hikmat dan tidak pernah kekurangan Hikmat. #2 jaminan perlindungan Tuhan (tidak mengalami panas terik dan tidak kuatir)
#3 diberkati Tuhan, dapat tetap produktif menghasilkan buah (apa yang diperbuatnya akan berhasil)
Mari kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam segala sesuatu. Jangan bersandar pada kekuatan dan pengertian sendiri seperti tertulis dalam kitab Amsal 3:5: "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."
Kita mau memberi ruang kepada Tuhan untuk menyatakan kuasa, kedaulatan dan kemuliaan-Nya dalam hidup kita. Seringkali di dalam diam, Tuhan ternyata bekerja dan berperang bagi kita (Kel 14 : 13-14).
Tuhan memiliki rancangan-rancangan dan jalan-jalan yang jauh lebih baik daripada kita, sehingga kita memiliki masa depan yang penuh harapan. Di dalam kitab Efesus 3:20 (FAYH) dikatakan: "Segala kemuliaan bagi Allah. Dengan kuasa-Nya yang bekerja di dalam kita, Ia dapat melakukan jauh lebih banyak hal daripada yang berani kita bayangkan—sama sekali melebihi segala doa, keinginan, pikiran, dan pengharapan kita."
Amin. (VG)