Back   
JANGAN ABAIKAN FIRMAN TUHAN DEMI KEAMANAN SEMU
"... Lalu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku mengutus orang untuk menjemput Nebukadnezar, raja Babel, hamba-Ku itu, supaya ia mendirikan takhtanya di atas batu-batu yang telah Kusuruh sembunyikan ini, dan membentangkan permadani kebesarannya di atasnya.
Dan apabila ia datang, ia akan memukul tanah Mesir: Yang ke maut, ke mautlah! Yang ke tawanan, ke tawananlah! Yang ke pedang, ke pedanglah!" (Yeremia 43:10-11)
Peristiwa ini terjadi ketika orang-orang Yehuda yang melarikan diri ke Mesir berharap mendapatkan perlindungan dari ancaman Babel. Sebelumnya, melalui Nabi Yeremia, Tuhan telah memperingatkan mereka agar tidak pergi ke Mesir. Namun, mereka tidak mau mendengarkan firman Tuhan dan tetap mengikuti keinginan mereka sendiri. Mereka menganggap Mesir sebagai tempat yang aman, tetapi mereka lupa bahwa tidak ada tempat yang dapat menjamin keselamatan apabila mereka mengabaikan kehendak Tuhan.
Dari bagian Firman ini, kita dapat mempelajari tiga hal penting, yaitu :
Pertama, bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu dimuka bumi ini. Raja Babel, Nebukadnezar, seorang raja yang berkuasapun tetap berada di bawah kedaulatan-Nya. Tuhan dapat memakai bangsa, pemimpin, dan berbagai keadaan untuk menggenapi rencana-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa bahwa orang yang memiliki kekuasaan, kekayaan, atau kedudukan tinggi menentukan segala sesuatu. Namun, Firman Tuhan mengingatkan bahwa kekuatan manusia memiliki batas, sedangkan kuasa Tuhan tidak terbatas.
Karena itu, janganlah kita menjadi takut ketika menghadapi keadaan yang sulit. Tetaplah percaya kepada Tuhan, sebab Dia berkuasa atas segala sesuatu dimuka bumi ini.
Kedua, jangan mencari keamanan dengan mengabaikan Firman Tuhan.
Bangsa Yehuda berharap Mesir dapat melindungi mereka. Akan tetapi, mereka mengabaikan peringatan Tuhan yang disampaikan melalui Yeremia. Mereka lebih percaya kepada pertolongan manusia daripada menaati Firman Tuhan.
Kita pun dapat melakukan kesalahan yang sama. Ketika menghadapi masalah, kita mungkin mengambil jalan pintas yang bertentangan dengan Firman Tuhan karena ingin segera mendapatkan jalan keluar. Padahal, tidak semua jalan yang sepertinya aman membawa kita kepada kehidupan yang benar. Kita perlu menguji setiap keputusan berdasarkan kebenaran Firman Tuhan, bukan hanya berdasarkan keuntungan atau kenyamanan sesaat.
Percaya akan pertolongan Tuhan bukan berarti kita tidak boleh mencari pertolongan manusia. Namun, pertolongan tersebut harus dicari tanpa mengorbankan kebenaran dan ketaatan kepada-Nya.
Ketiga, konsekuensi atas ketidaktaatan. Bangsa Yehuda tetap harus menghadapi kenyataan bahwa keputusan yang diambil dengan mengabaikan peringatan Tuhan, ada konsekuensinya.
Setiap keputusan yang kita ambil juga memiliki konsekuensi atau akibat. Sebagai contoh, ketidakjujuran dapat merusak kepercayaan, kesombongan dapat menghancurkan hubungan, dan mengabaikan Firman Tuhan dapat membuat kita semakin jauh dari kehendak-Nya.
Karena itu, ketika Tuhan menegur kita melalui firman-Nya, jangan keraskan hati. Bertobatlah, perbaikilah kesalahan, dan beranilah mengambil keputusan yang benar meskipun itu tidak mudah. Tuhan memberikan Firman-Nya bukan untuk mencelakakan kita, melainkan untuk menuntun kita agar senantiasa berjalan dalam kebenaran.
Budayakan Membaca, Merenungkan dan Melakukan Firman Tuhan setiap hari (Yosua 1:8). (DYTM)