preloader
  Back   

PELAYAN PUJIAN YANG DIPILIH RAJA

"Inilah orang-orang yang ditugaskan oleh Daud memimpin nyanyian di rumah TUHAN sejak tabut itu mendapat tempat perhentian" (1 Tawarikh 6:31)

Dalam 1 Tawarikh 6:31–47 tertulis bahwa Daud menetapkan orang Lewi untuk melayani dengan pujian di rumah Tuhan. Bagian ini bukan hanya mencatat perintah tetapi juga menyebutkan nama dan silsilah mereka. Hal ini menegaskan bahwa pelayanan pujian adalah sangat penting sehingga Raja Daud sendiri yang memilih orang untuk tugas tersebut. Daud memahami bahwa pujian adalah inti ibadah. Pujian membawa umat masuk ke hadirat Allah dan mengingatkan mereka akan kemuliaan-Nya. Oleh sebab itu Daud tidak menyerahkan tugas ini kepada sembarang orang melainkan kepada mereka yang dipilih secara khusus.

Ilustrasi sederhana dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Seorang kepala sekolah yang memilih guru untuk memimpin upacara tidak akan sembarangan. Ia akan memilih orang yang mampu memberi teladan dan suara yang jelas. Demikian pula Daud memilih orang Lewi untuk memimpin pujian karena tugas itu mewakili seluruh bangsa di hadapan Allah.

Pelayanan pujian adalah bagian dari rancangan Allah. Daud menetapkan orang Lewi untuk tugas ini sebagai bentuk ketaatan kepada kehendak Tuhan. Pujian membuka jalan bagi kehadiran Allah di tengah umat.
Pelayanan pujian membutuhkan orang yang dipilih dan disiapkan. 

Nama nama yang dicatat dalam ayat 32–47 menunjukkan bahwa pelayanan ini bukan sembarangan. Tuhan menghargai setiap orang yang melayani dan menempatkan mereka dalam sejarah iman bangsa Israel.
Pelayanan pujian adalah kesempatan untuk menyatakan iman. Orang Lewi yang ditetapkan bukan hanya bernyanyi tetapi menyatakan iman bangsa Israel kepada Allah yang hidup. 

Pujian menjadi kesaksian yang nyata. Demikian pula setiap orang percaya ketika memuji Tuhan sedang menyatakan iman kepada dunia.
Pelayanan pujian adalah sarana untuk menyatukan umat. Ketika suara bergabung dalam pujian semua perbedaan latar belakang hilang. Jemaat menjadi satu tubuh dalam Kristus. Paulus menegaskan hal ini dalam Kolose 3:16 bahwa kita harus mengajar dan menasihati seorang akan yang lain dengan mazmur dan puji-pujian rohani.

Pelayanan pujian adalah peluang mulia yang harus dijalankan dengan hati yang bersih dan penuh komitmen. Jika diberi kesempatan untuk melayani sebagai pemuji Tuhan, baik di gereja maupun dalam kehidupan sehari-hari, maka itu adalah kesempatan berharga. Sama seperti Daud memilih orang Lewi Tuhan juga memilih umat-Nya untuk memuliakan nama-Nya melalui pujian.

Dalam konteks keluarga pujian bisa dimulai dari rumah. Ketika ayah ibu dan anak bersama sama menyembah dan memuji Tuhan sebelum tidur atau saat menghadapi masalah suasana hati menjadi lebih tenang. Pujian di rumah membangun iman keluarga dan menanamkan kebiasaan rohani yang kuat.

Pelayanan pujian juga menjadi pintu masuk bagi banyak orang untuk merasakan hadirat Tuhan. Pujian yang dinyanyikan dengan iman dapat menguatkan hati yang lemah memberi penghiburan bagi yang berduka dan menyalakan semangat bagi yang putus asa. Karena itu setiap pemuji Tuhan harus menyadari betapa besar tanggung jawabnya.

Sahabat Happy Bible Club yang Tuhan Yesus kasihi, hargailah setiap kesempatan untuk memuji Tuhan. Pujian adalah pelayanan yang membawa kita dan orang lain masuk ke dalam hadirat Allah. Jika diberi peluang untuk menjadi pemuji Tuhan jalankanlah dengan setia dan penuh sukacita. Dengan demikian hidup akan menjadi kesaksian yang memuliakan namaNya. Tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati. (DSP)

Share