preloader
  Back   

PERENCANAAN

"Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak" (Amsal 24:6)

Di zaman yang serba cepat, kita sering ingin segera bertindak ketika memiliki sebuah ide atau tujuan. Kita merasa bahwa semakin cepat melangkah, semakin besar peluang untuk berhasil. Namun, Firman Tuhan mengajarkan prinsip yang berbeda. Sebelum melangkah, kita perlu duduk terlebih dahulu, berhenti sejenak, berpikir, dan membuat perencanaan. Berhenti sejenak bukan berarti mundur. Duduk dan merencanakan bukan berarti takut. Justru, itu adalah bentuk hikmat sebelum melangkah.

Amsal 24:6 mengajarkan bahwa kemenangan tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga perencanaan dan nasihat yang bijaksana. Sementara Lukas 14:28 mengingatkan bahwa sebelum memulai sesuatu, kita perlu menghitung dan mempertimbangkan apa yang diperlukan agar dapat menyelesaikannya dengan baik.

Namun, perencanaan bukan berarti kita mengendalikan masa depan. Kita merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan langkah kita. Karena itu, setelah membuat rencana, kita perlu membawa rencana tersebut kepada Tuhan dan bersedia mengikuti arah yang Tuhan berikan.

Kadang-kadang, perencanaan tanpa mengandalkan Tuhan dapat berubah menjadi kesombongan. Sebaliknya, iman tanpa perencanaan dapat berubah menjadi kecerobohan. Perencanaan bukan berarti kita tidak percaya kepada Tuhan. Justru, perencanaan adalah bagian dari tanggung jawab kita, sementara hasil akhirnya kita serahkan kepada Tuhan. Kita boleh membuat rencana, meminta nasihat dari orang yang bijaksana, mempertimbangkan risiko, lalu melangkah dengan iman. (SLS)

Share