Back   
PEMELIHARAAN TUHAN NYATA BAGI UMAT PILIHAN-NYA
(Ester 3-4)
"Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu" (Ester 4:14)
Nas diatas adalah percakapan antara Ester dengan Mordekhai pamannya, sebab saat itu situasi benar-benar sangat genting di mana Haman dengan seizin raja akan mengeksekusi mati orang-orang Yahudi secara masif, sistematis dan terstruktur [Ester 3:13-14].
Sementara Ester menolak, sebab selama tiga puluh hari dia tidak dipanggil menghadap raja, dan jika melanggar hukumannya ialah mati [Ester 4:11]. Tetapi akhirnya Ester memberi jawaban kepada Mordekhai pamannya katanya: "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku, janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguh berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati" (Ester 4:16). Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatlah, tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya [Ester 4:16-17]
Dari Ester kita mendapat pelajaran yang luar biasa, bahwa pertolongan dan pemeliharaan Tuhan itu nyata bagi kita umat pilihan-Nya yang mengasihi Dia, dimana pun, kapan pun dan bagaimana pun situasi dan kondisinya.
Maka tindakan yang pertama supaya nyata pertolongan dan pemeliharaan-Nya ialah kita harus merendahkan diri dan mencari wajah-Nya. Kita dapat berdoa puasa, seperti apa yang dilakukan Ester dan dayang-dayangnya serta Mordekhai beserta seluruh orang Yahudi yang terdapat di Susan.
Ada pun tindakan yang kedua ialah kita harus berani melangkah dengan iman, seperti Ester: "kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguh pun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati". Sebab iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati [Yakobus 2:26b]. Dan inilah yang mengalahkan dunia : iman kita [1 Yohanes 5:4b].
Kiranya, lewat keteladanan Ester dan Mordekhai, kita diberikan keberanian bertindak dengan iman yang disertai kuasa doa dan puasa, dalam menghadapi berbagai-bagai pergumulan hidup yang kadang-kadang membuat kita lelah, dikarenakan telah menghabiskan energi kita.
Dan jika situasinya semakin genting, sekali-kali jangan memakai kekuatan kita sendiri. Carilah wajah-Nya dan kekuatan-Nya, maka kita percaya pertolongan dan pemeliharaan-Nya atas kita umat pilihan-Nya yang mengasihi Dia, akan datang tepat pada waktu-Nya dan sempurna adanya, AMIN. Tuhan Yesus memberkati. (SS)